Kita tahu bahwa sinar matahari pagi sangatlah baik bagi kesehatan. Hal tersebut juga berlaku bagi bayi-bayi Anda. Setelah dilahirkan, fungsi hatinya belum sempurna dalam proses pengolahan bilirubin. Dimana kadar bilirubin dalam darah si bayi sangat tinggi dan hal inilah yang menyebabkan bayi mengalami suatu proses fisiologis yang menyebabkannya bayi kuning. Untuk mengatasinya, para ahli kesehatan biasanya akan menyarankan cara alami untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan menjemurnya di bawah matahari pagi.
Sinar matahari pagi telah dipercaya mampu memberikan efek kesehatan alami bagi tubuh. Salah satunya adalah untuk menurunkan kadar bilirubin yang terlalu tinggi yang menjadi penyebab bayi kuning pasca dilahirkan ke dunia. Jadi melakukan penjemuran pada bayi yang baru lahir di pagi hari adalah hal yang sangat penting. Yuk, simak artikel berikut :
1. Pilih Waktu yang Tepat
Jemur bayi pada pagi hari sebelum matahari terlalu menyengat. Batasi waktunya tidak lebih dari 15 menit dan hindari paparan sinar matahari langsung.
2. Lindungi Bayi dengan Tabir Surya
Oleskan tabir surya pada permukaan kulit bayi yang tidak tertutup pakaian. Anda dapat memilih tabir surya dengan SPF 15 atau lebih dan memberikannya 15-20 menit sebelum bayi dijemur.
Tapi hindari pemakaian tabir surya pada bayi prematur karena kulit bayi prematur lebih tipis dan dapat mengabsorbsi bahan tabir surya lebih banyak.
3. Jangan Jemur dalam Kondisi Telanjang
Tetap pakaikan bayi baju, celana dan topi selama dijemur. Atau bungkus bayi dengan kain lembut yang menyerap keringat. Sebenarnya, paparan matahari pada kedua tangan dan kaki saja sudah cukup.
4. Teliti Riwayat Kesehatan Keluarga
Bila ada riwayat kanker kulit atau melanoma dalam keluarga, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter untuk memastikan paparan sinar matahari yang aman.
5. Hindari polusi, tidak harus di luar rumah
Di luar rumah banyak polusi? Menjemur bayi tidak selalu harus di udara terbuka. Di dalam ruangan juga bisa asal ruangan tersebut mendapatkan pancaran matahari yang cukup. Contohnya, ruangan yang memiliki jendela berkaca bening.
6. Waspadai bila bayi sensitif
Bayi fotosensitif sebaiknya tidak terpapar sinar matahari karena kulitnya sangat sensitif. Menjemurnya hanya akan menimbulkan bercak-bercak meral pada kulit.
7. Bayi prematur hendaknya jangan dijemur
Bayi prematur pun disarankan untuk tidak dijemur, apalagi pada minggu-minggu pertama kelahirannya. Pada waktu itu bayi yang dilahirkan kurang bulan ini masih membutuhkan suhu yang stabil. Sementara saat dijemur, is mesti mampu menyesuaikan tubuhnya dengan suhu luar. Ini dapat membahayakan keselamatannya.
8. Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur
Hindari meninggalkan bayi sendirian ketika dijemur. Manfaatkan momen ini untuk melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat. Umpama, ajaklah si kecil berbicara (Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengannya). Memang sih ia belum mengerti obrolannya dengan Anda namun komunikasi seperti ini akan membuat hubungan antara Anda dan si kecil makin dekat. Oh ya sambil ngobrol, beri ia belaian lembut. Meski gerakan ini begitu sederhana namun manfaatnya amat besar yakni dapat membentuk rasa aman pada bayi yang akan berpengaruh pada rasa percaya dirinya kelak.
9. Hindari hipertemi
Bila paparan sinar mentari begitu terik, kurangi waktu menjemurnya. Jika kelamaan bayi dikhawatirkan mengalami hipertermi (peningkatan suhu tubuh). Suhu ideal bayi antara 36,5°-37,5° C. Kondisi hipertermi berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh bayi, otak dan juga fungsi organ lainnya.
No comments:
Post a Comment