Ada tradisi jaman dahulu yang kini masih dilestarikan berkaitan dengan mencukur bayi. Bayi yang dilahirkan oleh ibunya dari dalam kandungan hampir semua sudah tumbuh rambutnya. Ada yang tebal ada juga yang tipis. Adapun mencukurnya tidak sembarang dicukur namun ada ritual tertentu agar si bayi lepas dari mara bahaya .
Adapun pencukurnya tidak sembarang tukang cukur. Namun ada orang tertentu yang melaksanakan pencukuran bayi. Biasanya adalah para dukun bayi yang memang sudah dibekali dan juga mempunyai ketrampilan untuk hal ini. Waktu pencukurannya juga menunggu waktu yang tepat sesuai adat dan tradisi.
Selain itu sajian yang disajikan untuk acara selapanan adalah sebagai berikut :
1. 7 artinya pitu = pitulungan atau pertolongan
2. 11artinya sewelas = kawelasan atau belas kasih
3. Tumpeng merupakan akronim dalam bahasa jawa : yen metu kudu seng mempeng ( bila keluar harus dengan sungguh-sungguh ) . lengkapnya, ada satu unit makanan lagi namanya “Buceng”, dibuat dari ketan; akronim dari : yen mlebu kudu seng kenceng ( bila masuk harus dengan sungguh-sungguh ).
4. 17 artinya pitulas= pitulungan dan kawelasan
5. Kangkung : sayur ini bisa tumbuh di air dan di darat, begitu juga yang diharapkan pada manusia yang harus sanggup hidup dimana saja dan dalam kondisi apapun. Kangkung juga berarti “jinangkung” yang artinya melindung
6. Kacang panjang : kacang panjang harus hadir utuh, tanpa dipotong. Maksudnya agar manusia hendaknya selalu berpikir panjang sebelum bertindak. Selain itu kacang panjang juga melambangkan umur panjang. Kacang panjang utuh umumnya tidak dibuat hidangan, tetapi hadir sebagai hiasan yang mengelilingi tumpeng atau ditempelkan pada badan kerucut.
7. Bawang merah (brambang) : melambankan mempertimbangkan segala sesuatu dari sisi baik buruknya dengan matang
8. Cabe merah : biasanya diletakkan di ujung tumpeng. Ini merupakan simbol dilah / api yang memberikan penerangan / tauladan yang akan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain
9. Kluwih : berarti linuwih atau mempunyai kelebihan
10. Bumbu urap : yang berarti urip / hidup atau mampu menghidupi dan menafkahi keluarga
11. Telur ; telur direbus pindang , bukan didadar atau mata sapi, namun harus disajikan utuh dengan kulitnya (tidak dipotong). Untuk memakannya harus dikupas dahulu. Hal itu (kulit telur, putih telur, dan kuning telur) melambangkan bahwa semua tindakan yang kita lakukan harus direncanakan (dikupas), dikerjakan sesuai dengan rencana dan dievaluasi hasilnya demi tercapainya kesempurnaan
Baby and Kids
Friday, December 14, 2018
Aqiqah Bayi setelah Lahir
Dinamaka Aqiqah, sebab dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan. Ada pula yang mengatakan aqiqah itu asalnya dari Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut ‘aqiqah, karena ia mesti dicukur.
Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ke 7, 14, atau 21. Jumlahnya 1 ekor untuk bayi perempuan dan 2 ekor untuk bayi laki-laki.
Jika orang Jawa mensyukuri kelahiran anggota keluarga baru dengan membagikan bubur merah putih ke tetangga, muslim disunahkan menggelar akikah. Makanan yang dibagikan bukan berbentuk bubur, melainkan hidangan berbahan daging kambing.
Hukum melakukan akikah adalah sunah muakad atau sangat dianjurkan bagi orang tua atau wali anak. Jumlahnya dua ekor kambing bagi anak laki-laki dan satu ekor kambing bagi anak perempuan. Selain kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta juga boleh disembelih.
Hewan yang disembelih harus dalam keadaan baik. Artinya, tidak boleh cacat, buta, hamil, maupun terlalu kurus. Selain itu juga ada syarat umur. Kambing atau domba harus sudah berusia satu tahun, sapi atau kerbau dua tahun, sedangkan unta lima tahun.
Selain membagikan hidangan berbahan hewan sembelihan, saat akikah nama anak juga diumumkan dan rambutnya dicukur.
Akikah paling utama dilakukan tujuh hari setelah bayi lahir. Jika tidak sempat, maka bisa dilakukan pada hari ke-14, atau hari ke-21. Kalau tidak bisa juga, maka akikah bisa dikerjakan kapan saja sebelum anak puber. Setelah lewat masa puber, akikah dilakukan oleh diri sendiri, bukan oleh orang tua.
Meski tampak mirip, akikah berbeda dengan kurban. Sebab, akikah tidak terikat pada waktu tertentu seperti kurban yang harus dikerjakan pada Idul Adha. Daging akikah juga boleh diberikan kepada siapa saja, sedangkan daging kurban hanya untuk fakir miskin.
Akikahpun dilakukan sebagai tanda syukur atas kelahiran anak, sementara kurban dikerjakan untuk memeringati peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim kepada anaknya, Nabi Ismail. Daging akikah juga dibagikan dalam bentuk hidangan, sedangkan daging kurban dalam wujud mentah.
Tradisi Jawa Puputan Bayi
Puputan adalah upacara tradisi yang berasal dari daerah Jawa. Hampir di seluruh daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur dan sekitarnya melakukan upacara ini. Upacara Puputan adalah upacara yang dilakukan pada saat bayi lepas tali pusarnya. Waktu Pelaksanaan Upacara Puputan ini biasanya berbeda-beda dan tidak bergantung pada umur bayi tetapi pada waktu terlepasnya tali pusar. Jadi tidak ada waktu yang pas dan waktunya berlainan setiap bayi. Setelah terlepas, tali pusar disimpan dalam gulungan kapas dan dimasukkan ke dalam toples kecil. Ada sebagian yang menguburkan toples berisi tali pusar ke dalam tanah di sekitar rumah. Biasanya, tali pusar rata-rata terlpas dengan sendirinya selama 7 hari.
Dalam tradisi puputan terdapat makna atau lambang yang tersirat, antara lain sebagai berikut :
1. Nasi gudangan mengandung makna kesegaran jasmani dan rohani sang bayi.
2. Jajan pasar melambangkan kekayaan untuk si bayi.
3. Duri dan daun-daunan berduri (duri kemarung dipasang di penjuru rumah mengandung maksud agar dapat menolak gangguan bencana gaib dari makhluk halus jahat.
4. Coreng-coreng hitam dan putih pada ambang pintu untuk menolak pengaruh jahat yang akan masuk melalui pintu.
5. Daun nanas yang diolesi hitam dan putih menyerupai ular welang mengandung makna magis yang mampu menakut-nakuti makhluk halus jahat yang hendak memasuki kamar bayi.
6. Dedaunan apa-apa, awar-awar, dan girang memiliki makna agar kelahiran tidak mengalami suatu gangguan (apa-apa), semua kekuatan jahat menjadi tawar (awar-awar), dan seluruh keluarga akan bergembira (girang).
7. Pisang raja melambangkan agar si bayi kelak berbudi luhur atau memiliki derajat mulia.
8. Tumbak sewu (sapu lidi yang diberi bawang dan cabai) memiliki makna untuk menolak makhluk gaib jahat supaya tidak mengganggu keselamatan sang bayi.
Dan disajikan juga jajanan pasar yang berupa beberapa macam makanan kecil (kue-kue) dan buah-buahan. Jajanan pasar ini melambangkan kekayaan bayi yang bisa berasal dari macam-macam hal kelak. Makanan-makanan khas ini bisa dimakan bersama-sama di tempat pelaksaan upacara atau bisa dibagi-bagikan ke sanak saudara atau tetangga terdekat. Dalam Tradisi jawa, hal ini disebut Besean atau Bancaan.
Arti upacara Puputan ini sebagai simbol si bayi lepas dari sang ibu dan dipersiapkan untuk menghadapi dan menjalani kehidupannya.
Upacara Sepasaran Bayi
Sepasaran adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa saat bayi berumur lima hari. Akan tetapi ada juga orang – orang yang mengadakan upacara sepasaran menunggu sampai tali pusat bayi putus terlebih dahulu, lima hari biasanya tali pusat sang bayi akan putus,selain itu sepasaran juga sering di sebut dengan puputan.
Sang ibu bayi biasanya meletakkan tumpak sewu dan sliro.Yang di sebut dengan tumpak Sewu ialah sapu lidi yang di posisikan terbalik sehingga ujung-ujungnya berada di bagian atas.Pada ujung – ujung sapu tersebut ditancapi kencur, bange, dlingo, cabe merah, bawang merah, temy, dan bawang putih.
Sedangkan Liro adalah peralatan untuk menenun.Sliro biasanya di letakkan di tempat tidur pada ibu bayi dengan membuburkan arang dan kapur,sehingga penuh dengan coretan hitam dan putih.Sliro biasanya terbuat dari kayu pohon kelapa atau kayu yang keras. Kedua ujungnya agak runcing
Pada malam sepasaran ,bayi tidak ditidurkan sampai pagi namun dipangku sebab bayi yang baru lepas tali pusatnya menjadi incaran roh jahat menurut anggapan masyarakat biasanya hal itu di sebut dengan sarap sawan.
Orang – orang yang melakukan jagong bayen atau mengunjungi rumah si bayi pada malam sepasaran, biasanya tamu yang datang akan lebih banyak jika dibandingkan dengan malam – malam sebelumnya. Hal ini disebabkan karena malam sepasaran adalah hari terakhir dari serangkaian selamatan jagong bayen.
Pada malam kelima, bayi yang diselamati dipangku hingga pagi oleh ibunya. Pada tempat tidur ibu sang bayi diletakkan sebuah sapu lidi secara terbalik dan sebuah gunting kecil. Gunting tersebut harus selalu dibawa oleh sang ibu kemanapun ia pergi.
Makanan sesaji yang diperlukan untuk upacara sepasaran ini adalah :
1. Nasi tumpeng dan juga nasi golong tujuh buah berserta gudhangan, telur rebus, sayur lodheh kluwih, dan panggang ayam.
2. Perlengkapan lain adalah jajan pasar, pisang raja dua sisir, jenang sengkolo, bubur putih, bubur merah, dan nasi brok ,yang menjadi kesempurnaan tradisi.
Sang ibu bayi biasanya meletakkan tumpak sewu dan sliro.Yang di sebut dengan tumpak Sewu ialah sapu lidi yang di posisikan terbalik sehingga ujung-ujungnya berada di bagian atas.Pada ujung – ujung sapu tersebut ditancapi kencur, bange, dlingo, cabe merah, bawang merah, temy, dan bawang putih.
Sedangkan Liro adalah peralatan untuk menenun.Sliro biasanya di letakkan di tempat tidur pada ibu bayi dengan membuburkan arang dan kapur,sehingga penuh dengan coretan hitam dan putih.Sliro biasanya terbuat dari kayu pohon kelapa atau kayu yang keras. Kedua ujungnya agak runcing
Pada malam sepasaran ,bayi tidak ditidurkan sampai pagi namun dipangku sebab bayi yang baru lepas tali pusatnya menjadi incaran roh jahat menurut anggapan masyarakat biasanya hal itu di sebut dengan sarap sawan.
Orang – orang yang melakukan jagong bayen atau mengunjungi rumah si bayi pada malam sepasaran, biasanya tamu yang datang akan lebih banyak jika dibandingkan dengan malam – malam sebelumnya. Hal ini disebabkan karena malam sepasaran adalah hari terakhir dari serangkaian selamatan jagong bayen.
Pada malam kelima, bayi yang diselamati dipangku hingga pagi oleh ibunya. Pada tempat tidur ibu sang bayi diletakkan sebuah sapu lidi secara terbalik dan sebuah gunting kecil. Gunting tersebut harus selalu dibawa oleh sang ibu kemanapun ia pergi.
Makanan sesaji yang diperlukan untuk upacara sepasaran ini adalah :
1. Nasi tumpeng dan juga nasi golong tujuh buah berserta gudhangan, telur rebus, sayur lodheh kluwih, dan panggang ayam.
2. Perlengkapan lain adalah jajan pasar, pisang raja dua sisir, jenang sengkolo, bubur putih, bubur merah, dan nasi brok ,yang menjadi kesempurnaan tradisi.
Kenduri Brokohan Sambut Kedatangan Bayi
Brokohan atau Barokahan adalah wujud syukur dan permintaan keselamatan kepada Tuhan Yang maha Esa atas anugerah yang telah diberikan. Sebagai rasa terimakasih dan kepercayaan agar sesuatu yang telah didapatkan akan membawa keselamatan dan kesejahteraan bagi seseorang tersebut.
Dikutip dari buku Kebudayaan Jawa karya Koentjaraningrat ‘disuatu pihak acara itu merupakan suatu peristiwa yang penuh kebahagiaan yang sekaligus berfungsi untuk memberitahukan tentang bakal adanya suatu peristiwa kelahiran, tetapi dipihak lain upacara ini juga mencerminkan perasaan cemas dalam hal menghadapi kelahiran nanti. Berbagai jenis makanan yang disajikan pada upacara slametan itu, serta berbagai pantangan yang harus ditaati oleh calon orang tua itu dimaksudkan untuk menawarkan berbagai macam bahaya yang mungkin timbul pada waktu melahirkan, dan untuk menjaga keselamatan bayi dan ibunya serta para anggota lainnya.
Jenis sajian makanan untuk ritual yang disajikan antara lain sebagai berikut :
1. Nasi tumpeng (buceng) dengan lauk-pauknya kulupan (gudhangan), telur ayam, sayur kluwih, ikan asin. Adakalanya dilengkapi dengan panggang ayam.
2. Nasi golong tujuh buah.
3. Nasi kuning (nasi punar). Sajian nasi kuning ini ada sementara orang yang menyediakan dan ada pula yang tidak.
4. Jajan pasar.
5. Bubur merah
6. Bubur putih.
7. Bubur sengkolo yaitu bubur merah yang diatasnya diberi bubur putih.
8. Nasi brok, yaitu nasi yang diberikan di piring dan diberi lauk-pauk gudhangan (kulupan).
Setelah sajian tersedia, maka orang yang punya hajat mengundang sanak famili dan tetangga dekat. Selanjutnya apabila undangan telah hadir maka tuan rumah menyatakan kepada tukang kajat (pimpinan upacara) maksud dan tujuan upacara itu. Untuk seterusnya tukang kajat mengikrarkan maksud dan tujuan upacara itu kepada para hadirin yang hadir dalam kenduri itu. Setelah ikrar selesai, lalu diberi doa, pada umumnya doa selamat. Setelah doa selesai, sajian dalam kenduri itu dibagi-bagikan kepada para undangan. Makanan itu sebagian dimakan di tempat itu dan sisanya dibawa pulang. Makanan yang dibawa pulang itu disebut berkat.
Di samping sajian untuk kenduri, ada sajian yang diletakkan dibawah tempat tidur (Jawa: Longan). Sajian itu berupa bubur merah, bubur putih; masing-masing satu takir, dan tumpeng kecil yang puncaknya ditancapi lombok merah. Kemudian di samping pembaringan bayi diletakkan benda-benda seperti kaca rasa, jarum, benang, keris, kain batik baru yang di lipat rapi. Maksud daripada tindakan itu semua adalah untuk menolak mara bahaya (sengkolo, Jawa) yang akan mengganggu bayi tersebut.
Cara Jitu Tenang kan Bayi Rewel
Bayi sering kali terlihat begitu tenang saat sedang tidur, tapi tiba-tiba hal ini berubah dan mereka bisa menangis dengan nyaring. Jangan khawatir, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menenangkan bayi.
Mendengar bayi menangis terus-menerus mungkin akan membuat Anda merasa panik serta tertekan. Mengetahui penyebab bayi menangis bisa meredakan sedikit rasa stres Anda. Selain itu, akan lebih mudah juga bagi Anda untuk mencari cara meredakan tangisan sang buah hati jika Anda mengetahui penyebab yang membuatnya terganggu.
sebagian besar bayi menangis karena mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim. Cahaya, warna, tekstur, suara, juga sensasi-sensasi baru seperti rasa lapar atau keinginan untuk buang angin bisa terasa sangat mengganggu bagi mereka. Menciptakan sensasi yang menyerupai kondisi di dalam rahim dapat menenangkan bayi. Untuk menenangkan bayi yang mulai rewel, cobalah cara-cara di bawah ini:
1. Gerakan mengayun
Bayi senang gerakan-gerakan ketika mereka digendong. Anda bisa mulai dengan mengambil kain gendongan dan kemudian buat gerakan mengayun untuk menenangkan bayi Anda. Semakin kencang tangisan bayi, maka Anda harus semakin kencang pula mengayunkannya.
2. Suara ‘sshh’
Ternyata menenangkan bayi dengan cara ibu menghasilkan suara ‘sshh’ bukan hanya kebiasaan turun-temurun. Suara ‘sshh’ ini bisa membuat bayi lebih tenang dan nyaman karena suara tersebut mirip dengan suara ketika mereka ada di dalam rahim. Pastikan suara ‘sshh’ yang Anda hasilkan lebih kencang dibandingkan dengan tangisan si bayi, agar bayi mendengarnya.
3. Sentuhan lembut
Jangan pernah meremehkan ‘kekuatan’ sentuhan Anda dalam membuat si bayi menjadi lebih nyaman. Tentu saja langkah utama dalam menenangkan bayi yang menangis adalah dengan cara menyentuhnya. Walaupun begitu, memang tidak jarang bayi yang membutuhkan lebih dari sekadar sentuhan untuk membuatnya nyaman, seperti gendongan, menepuk punggung, atau memijatnya dengan lembut.
4. Mengenal dan menyesuaikan lingkungan sekitar untuk si bayi
Menenangkan bayi yang menangis adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri Anda dengan sang bayi. Dengan begitu, Anda akan berusaha mencari tahu lingkungan seperti apa yang membuatnya lebih nyaman dan tenang, seperti sebagian bayi menyukai lampu yang gelap dan sebagian lainnya tidak. Atau mungkin bayi Anda lebih suka suasana kamar yang tenang, tetapi ada juga bayi yang lebih suka suasana di luar rumah atau keramaian. Sesuaikan lingkungan Anda agar bayi lebih tenang dan nyaman.
.
Pijat Bayi dan Manfaatnya
Bayi pertama kali belajar berkomunikasi lewat sentuhan orangtuanya. Maka, meskipun masih sangat kecil, bayi sudah bisa menikmati dan memaknai pijatan yang Anda berikan. Pijat bayi memang akhir-akhir jadi sebuah tren baru. Namun, pijat bayi tak hanya sekadar tren saja. Memijat si buah hati sudah terbukti mampu membawa berbagai manfaat bagi Anda dan bayi. Langsung saja simak beragam manfaat pijat bayi yang tak boleh terlewat berikut ini.
Manfaat pijat bayi
Saat ini sudah banyak jasa pijat bayi yang tersedia, terutama di kota-kota besar. Biasanya pijat bayi ditawarkan bersama dengan spa bayi. Akan tetapi, penelitian membuktikan bahwa sebaiknya orangtua bayi sendiri lah yang melakukan pijat. Jadi, Anda tak perlu membawa si buah hati ke tempat spa atau pijat bayi. Pasalnya, memijat si buah hati juga baik bagi Anda sendiri. Yuk, Simak uraian berikut ini tentang manfaat pijat bayi :
1. Membuat Bayi Tidur Lebih Nyenyak
Bayi yang sering dipijat akan membuatnya merasa nyaman sehingga waktu tidurpun juga akan merasa lebih nyenyak. Seringkali beberapa ibu mengeluhakn bayi yang rewel dan sulit untuk tidur. Ternyata hal ini disebabkan karea kurangnya pemijatan pada tubuh bayi. Untuk bayi yang sering dipijat, pasti aka merasakan kenyamanan dan tidak mudah lelah sehingga waktu tidurpun juga lebih nyenyak. Bayi yang cukup tidur pastinya tidak akan mudah rewel.
2.Membantu Pertumbuhan Bayi Lebih Sehat
Melakukan pemijatan pada bayi ternyata tidak hanya membaut bayi tidur lebih nyenyak, tetapi juga dapat membantu pertumbuhan lebih sehat. Misalnya untuk bayi yang lahir prematur yang rutin dipijat akan menstimulasi pertambahan berat badan. Bahkan beberapa ahli kesehatan menyebutkan bahwa bayi yang lahir prematur yang rutin untuk dipijata akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat jika dibandingkan dengan bayi prematur yang jarang dipijat.
3.Jalinan Kasih Sayang Antara Ibu dan Bayi
Bayi yang dipijat oleh ibunya sendiri tentu akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi si bayi. Ini juga dapat memperkuat ikatan yang terjadi antara ibu dan bayi. Pijatan yang lembut dari Ibu akan membuat bayi merasa nyaman karena mendapatkan pijatan yang penuh kasih sayang. Secara tidak sadar, bayi akan memberikan respon menyenangkan ketika dipijat oleh ibunya, misalnya senyuman bayi, celoteh dan lainnya.
4.Menguatkan Otot Bayi
Akan ada perbedaan bagi bayi yang sering dipijat dan jarang dipijat. Bayi yang sering dipijat akan memiliki otot-otot yang lebih kuat dan lentur sehingga nantinya tumbuh menjadi anak yang lebih kuat untuk melakukan jalan jarak jauh ataupun lari. Tak hanya otot yang kuat, melakukan pijatan pada bayi juga dapat melancarkan aliran darah sehingga bayi tumbuh menjadi anak yang sehat.
5.Meningkatkan Frekuensi Menyusu
Beberapa ibu akan mengalami bayi yang hanya sedikit saat minum ASI. Hal ini tentu membuat khawatir karena tak cukup dalam mengonsumsi ASI. Tapi ini dapat dibantu dengan cara pemijatan pada bayi secara teratur. Memijat bayi dapat membuatnya menyusu lebih kencang sehingga para ibu tak perlu khawatir lagi. Bayi yang hanya menyusu sedikit bukan karena ia sudah kenyang, ini disebabkan karena kemampuan menyusu yang kurang karena jarang dipijat. Untuk itu, para ibu harus rutin melalukan pemijatan pada bayi.
6.Meningkatkan Keinginan Untuk Belajar
Memijat bayi tidak hanya membuat bayi menjadi nyaman, tapi juga merangsang kinerja indera penglihatan dan indera pendengaran agar lebih berfungsi dengan baik. Dengan melakukan pemijatan secara rutin, maka akan meningkatkan daya ingat terhadap bayi. Tak hanya itu, pijatan yang diberikan juga membuat bayi lebih “cepat tanggap” akan sesuatu yang baru.
7.Menyehatkan Bayi
Bayi yang sering dipijat akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dari pada yang jarang dipijat. Memijat bayi dengan cara yang benar akan membantu melancarkan aliran darah, melancarkan pernafasan dan menyehatkan pencernaan bayi. Pemijatan yang teratur pastinya akan membuat bayi tumbuh lebih sehat.
Melakukan pemijatan bayi tentu tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui saat melakukan pemijatan pada bayi. Memijat bayi dengan cara yang benar nantinya akan membuat bayi lebih sehat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Selapanan Bayi
Ada tradisi jaman dahulu yang kini masih dilestarikan berkaitan dengan mencukur bayi. Bayi yang dilahirkan oleh ibunya dari dalam kandungan ...