Friday, December 14, 2018

Kenduri Brokohan Sambut Kedatangan Bayi

Brokohan atau Barokahan adalah wujud syukur dan permintaan keselamatan kepada Tuhan Yang maha Esa atas anugerah yang telah diberikan. Sebagai rasa terimakasih dan kepercayaan agar sesuatu yang telah didapatkan akan membawa keselamatan dan kesejahteraan bagi seseorang tersebut.

Dikutip dari buku Kebudayaan Jawa karya Koentjaraningrat ‘disuatu pihak acara itu merupakan suatu peristiwa yang penuh kebahagiaan yang sekaligus berfungsi untuk memberitahukan tentang bakal adanya suatu peristiwa kelahiran, tetapi dipihak lain upacara ini juga mencerminkan perasaan cemas dalam hal menghadapi kelahiran nanti. Berbagai jenis makanan yang disajikan pada upacara slametan itu, serta berbagai pantangan yang harus ditaati oleh calon orang tua itu dimaksudkan untuk menawarkan berbagai macam bahaya yang mungkin timbul pada waktu melahirkan, dan untuk menjaga keselamatan bayi dan ibunya serta para anggota lainnya.
Jenis sajian makanan untuk ritual yang disajikan antara lain sebagai berikut :

1. Nasi tumpeng (buceng) dengan lauk-pauknya kulupan (gudhangan), telur ayam, sayur kluwih, ikan asin. Ada­kalanya dilengkapi dengan panggang ayam.
2. Nasi golong tujuh buah.
3. Nasi kuning (nasi punar). Sajian nasi kuning ini ada se­mentara orang yang menyediakan dan ada pula yang tidak.
4. Jajan pasar.
5. Bubur merah
6. Bubur putih.
7. Bubur sengkolo yaitu bubur merah yang diatasnya di­beri bubur putih.
8. Nasi brok, yaitu nasi yang diberikan di piring dan di­beri lauk-pauk gudhangan (kulupan).

Setelah sajian tersedia, maka orang yang punya hajat mengundang sanak famili dan tetangga dekat. Selanjutnya apa­bila undangan telah hadir maka tuan rumah menyatakan ke­pada tukang kajat (pimpinan upacara) maksud dan tujuan upa­cara itu. Untuk seterusnya tukang kajat mengikrarkan maksud dan tujuan upacara itu kepada para hadirin yang hadir dalam kenduri itu. Setelah ikrar selesai, lalu diberi doa, pada umum­nya doa selamat. Setelah doa selesai, sajian dalam kenduri itu dibagi-bagikan kepada para undangan. Makanan itu sebagian dimakan di tempat itu dan sisanya dibawa pulang. Makanan yang dibawa pulang itu disebut berkat.

Di samping sajian untuk kenduri, ada sajian yang diletak­kan dibawah tempat tidur (Jawa: Longan). Sajian itu berupa bubur merah, bubur putih; masing-masing satu takir, dan tum­peng kecil yang puncaknya ditancapi lombok merah. Kemu­dian di samping pembaringan bayi diletakkan benda-benda se­perti kaca rasa, jarum, benang, keris, kain batik baru yang di­ lipat rapi. Maksud daripada tindakan itu semua adalah untuk menolak mara bahaya (sengkolo, Jawa) yang akan mengganggu bayi tersebut.

No comments:

Post a Comment

Selapanan Bayi

Ada tradisi jaman dahulu yang kini masih dilestarikan berkaitan dengan mencukur bayi. Bayi yang dilahirkan oleh ibunya dari dalam kandungan ...